Lompat ke isi

Babad Majapait/Kata Pengantar

Ti Wikipabukon
[ 5 ]

Kata Pengantar

 Pembangunan di bidang kebudayaan adalah bagian integral daripada Pembangunan Nasional. Pembangunan bidang kebudayaan tidak terlepas dari pemikiran dan usaha pengembangan dalam bidang sastra.

 Karya sastra merupakan manifestasi kehidupan jiwa bangsa dari abad ke abad akan menjadi peninggalan kebudayaan yang sangat tinggi nilainya. Karena itu karya sastra perlu digali dan digarap untuk diresapi dan dinikmati isinya.

 Karya sastra memberikan khazanah sejarah ilmu pengetahuan yang beraneka macam ragamnya. Hasil penggalian dan penggarapan karya sastra akan memberikan rasa kepuasan rohani dan kecintaan pada kebudayaan sendiri yang selanjutnya akan merupakan alat ampuh untuk membendung arus masuknya pengaruh kebudayaan asing yang tidak sesuai dengan kepribadian dan kepentingan pembangunan bangsa Indonesia.

 Penghayatan hasil karya sastra akan memberi keseimbangan antara kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern di satu pihak dan pembangunan jiwa di lain pihak. Kedua hal ini sampai masa kini masih dirasakan belum dapat saling isi-mengisi, padahal keseimbangan atau keselarasan antara kedua masalah ini besar sekali peranannya bagi pembangunan dan pembinaan lahir dan batin. Melalui sastra diperoleh nilai-nilai, tata hidup dan sarana kebudayaan sebagai saran komunikasi masa lalu, masa kini dan masa depan.

 Para pemakai dan peminat bahasa dan sastra Daerah, khususnya bahasa dan sastra Sunda, baik di dalam masyarakat maupun di sekolah dan di perguruan tinggi, sudah lama merasakan kekurangan akan buku Sunda sebagai bacaan maupun sebagai penunjang pengajaran bahasa dan sastra Sunda.

 Selain itu sesuai dengan semboyan ’Bhinneka Tunggal Ika’ sepatutnya kita memelihara segala ragam kebudayaan dan bahasa daerah yang hidup dan digunakan dalam masyarakat kita, [ 6 ]agar keanekaragaman kebudayaan dan bahasa di negara kita itu tetap terpelihara dengan segala keindahan dan kelincahannya. Bahkan perlu disebarluaskan ke seluruh pelosok Nusantata kita sehingga dikenal, diterima dan dirasakan sebagai milik kita bersama.

 Dengan tujuan itulah dan untuk mengisi kekurangan tersebut di atas, Proyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah Departemen P dan K, bekerja sama dengan PN Balai Pustaka sebagai penerbit buku sastra yang telah dikenal sejak sebelum Perang Dunia ke-2, menerbitkan kembali buku-buku sastra Sunda. Bagi yang tidak menguasai bahasa Sunda, tetapi ingin memahami isinya, telah kami susun ringkasan ceritanya dalam bahasa Indonesia.

Semoga dengan terbitan-terbitan ini kekayaan sastra bangsa kita yang sudah begitu lama terpendam itu dapat dikenal oleh khalayak yang lebih luas serta dapat menambah pengertian dan apresiasi terhadapnya.


Jakarta, 1979
Proyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra
 
Indonesia dan Daerah