Lompat ke isi

Babad Majapait/RINGKASAN

Ti Wikipabukon

[ 8 ]yakatwang bersama-sama dengan Arya Wiraraja).

 Sang Raja Kartanagara menyuruh mantunya Raden Wijaya melawan musuh, sedangkan Sang Raja sendiri dengan patihnya hanya bersuka-suka, minum-minum dsb. (tidak menghiraukan negara diserang musuh).

 Raden Wijaya, karena hanya sendirian - Rd. Ardaraja sudah menyerah dan - sebagian tentara sudah kalah - tidak mampu menghadang musuh.

 Ketika sang raja dan patih telah terbunuh, Raden Wijaya masih beruntung bisa lolos dari kepungan musuh sambil membawa permaisurinya, keluar dari istana.

 Raden Wijaya mengungsi ke Madura, diterima dan dihormati oleh Arya Wiraraja (meskipun sebenarnya Wiraraja memusuhi Kartanagara).

 Tapi meskipun Raden Wijaya - terlebih-lebih permaisurinya - mendapat perlakuan baik, pada akhirnya minta diri untuk kembali ke Jawa dengan rencana merebut kerajaan warisan dari tangan Jayakatwang.

 Hal ini disetujui Wiraraja dan berjanji akan membantunya, tapi Raden Wijaya harus bersikap halus, jangan menggunakan kekerasan. Raden Wijaya membawa surat ’siasat’ untuk raja Jayakatwang menyatakan Raden Wijaya bersedia mengabdi kepada Sang Raja.

 Raden Wijaya dengan sikap yang baik dapat mempengaruhi dan dapat pula kepercayaan penuh, sehingga ketika ia dengan perantaraan Arya Wiraraja mengajukan permohonan supaya diberi tanah, tidak sukar untuk mendapatkannya.

 Tanah itulah yang kelak menjadi kerajaan Majapait (berasal: dari buah Maja yang rasanya pahit - yang terdapat di sana ketika mula-mula membuka tanah garapan).

 Setelah Majapait berdiri - dengan akal Arya Wiraraja - pula Raja Tartar dapat diajaknya untuk menaklukkan Singosari. Raja Tartar yang mengira Raja Singosari masih Kartanagara (yang pernah menyakiti hatinya) segera mengirimkan tentara.

 Berkat bantuan tentara Tartar, Majapahit, meskipun negara baru dapat mengalahkan kerajaan Jayakatwang. [ 9 ]  Raja Jayakatwang menyerah kepada tentara Tartar. Tapi isi puri (permaisuri dsb.) telah lebih dulu dibawa lari oleh Raden Wijaya ke Majapait.

  Ketika Raja Tartar memburu ke Majapait akan menagih janji (mendapat bagian para putri ’boyongan’ semuanya), tentara Tartar dapat dikalahkan, waktu akan mengambil para putri bo- yongan itu.

  Karena hal ini terjadi diluar dugaan, tentara Tartar terpaksa mundur. Meskipun sebagian besar binasa, masih ada sebagian yang dipimpin oleh para perwiranya yang masih ada, dapat lolos dari kepungan tentara Majapait. Dan masih sempat membunuh Jayakatwang yang sudah jadi tawanan, beserta patihnya.

  Setelah tentara Tartar pulang dan Raja Daha dan putranya wafat, maka Raden Wijayalah diangkat Raja. Raja besar yang membawahi seluruh Jawa Timur/Kerajaan Majapait.

  Majapait negara baru, makin lama makin besar dan makmur dibawah pemerintahan Raden Wijaya, hingga terkenal sampai ke luar negri.

  Raden Wijaya berganti nama: Kertarajasa Jayawardana atau disebut juga Brawijaya I, jadi leluhur raja-raja selanjutnya, turun-temurun.

  Arya Wiraraja (Banyak Wide) menjadi orang kedtia, memerintah sebagian dari kerajaan Majapait.

  Pembantu-pembantu utama a.l.: Sora dan saudaranya Nambi - diangkat dan diberi pangkat. Demikian Rangga Lawe, Kuwu Kedadu dapat kepangkatan yang sesuai dengan jasa-jasa mereka membantu Raden Wijaya.

  Empat putri Kartanagara semuanya dijadikan permaisuri.

  Th. 1309 M. Sang Raja wafat. Sebelumnya sempat memerintahkan membuat arca pribadinya, dirupakan seperti Dewa Siwa sedang menunduk, Arca itu terdapat di dekat Blitar, kemudian disimpan di Gedung Gajah (Musium).