Lompat ke isi

Babu Kajajaden/PENGANTAR PENYUNTING

Ti Wikipabukon
[ 5 ]

PENGANTAR PENYUNTING

Babu Kajajaden arti harfiahnya babu jadi-jadian (maaf, jangan dihubungkan dengan 'harimau jadi-jadian), sebuah roman percintaan yang lahir pada tahun tigapuluhan. Wajar bila terasa bertolakan tema 'kawin paksa', yang berakhir tokoh sentral (wanita) menjadi korban.

Melalui 'kata pembuka' pengarang (dengan rendah hati) menjelaskan bahwa karangannya itu, bekas ’zaman lampau’, mungkin tak tepat lagi untuk dibaca penggemar masa kini. Ditulis tahun 1932 sebagai cerita bersambung di Harian Sipatahunan, dan baru th. 1964 dijadikan buku, alur cerita tetap, hanya diubah rekaannya. Demikian penulis.

Ternyata, roman yang oleh penulisnya sendiri disebut 'bekas zaman lampau', masih cukup baik untuk disuguhkan kepada generasi masa kini, bukan hanya sebagai dokumentasi, tapi juga sebagai bacaan (umum). Judul yang bernada kurang daria (serius) tidak mengurangi penampilan yang cukup menarik dan mengasyikkan.

Yang menarik, cara Syarif Amin menyusun roman dengan menampilkan gaya 'sorot-balik' dan mengakhiri (cerita) dengan 'buku harian' (dagboek) si tokoh utama, sebagai pelengkap alur cerita keseluruhan. Cara ini — sekarang pun — masih jarang terdapat (di Indonesia).

Empat lembar lampiran ditambahkan, berisi kata-kata sukar berasal dari bahasa Belanda, pengganti catatan kaki (footnote) yang akan banyak mengganggu bila diletakkan di bawah (halaman). Cara ini dibenarkan oleh peraturan penyuntingan. (Pasti bukan meniru Pengakuan Pariem/Ag. Linus).

Mengenai penulis Syarif Amin (nama rangkap; Moh. Kurdie), cukup dikenal oleh masyarakat — baca Sunda, di samping sebagai sastrawan, yang telah melahirkan beberapa terbitan karya sastra, (roman, cerpen), berkali-kali menduduki jabatan Redaktur — Ke-

[ 6 ]pala Harian Sipatahunan (Kini jadi Migguan, dimana beliau duduk sebagai Penasehat).

RUSMAN SUTIASUMARGA