Lompat ke isi

Kaca:Babu Kajajaden.pdf/11

Ti Wikipabukon
Ieu kaca geus divalidasi

kamarnya, dan tahulah kini bahwa si Dia bukan sekadar babu asa, tapi ’Kinderjuffrouw’ - bedanya seorang ’kinderjuffrouw’ numnya terpelajar. Dan ini lebih meyakinkan si Aku, ketika eneliti keadaan kamarnya: bersih rapi dan di mejanya terdapat novel yang sedang dibacanya karangan Courths Mahler (pengarang Jerman).

Sudah berani sekali, berani dua kali dan seterusnya sampai pada pertemuan terakhir. Pertemuan puncak yang mendebarkan hati (juga bagi pembaca). Si Aku berkata: ”Dia kurangkul. Pelan-pelan kubawa ke ... bantal. Aku tak ingat lagi di bumi-langit. Hampir saja aku dirayu ibblis. Dan tidak jadinya iblis merayu, karena ada ketukan pintu Si Jongos yang pergi menonton telah kembali, tapi hari sudah pukul tiga. Si Aku sampai di rumah sudah hampir subuh.

Dikatakan pertemuan terakhir, karena setelah itu, si Dia tiba-tiba saja menghilang. Kemudian ada surat yang mengabarkan bahwa dia telah kembali ke tempat asal (Bali).

Pernah dijenguk sekali, ketika si Aku cuti tahunan, seterusnya hanya berhubungan melalui surat, dan hubungan inipun terputus, karena surat terakhir dari dia berbunyi: ”Surat ini tak usah dijawab ... ditambah penjelasan bahwa dia kini, sudah dinikahkan dengan laki-laki yang tidak pernah diidamkannya ...

3. ’Setelah semua kulupakan, setelah sengaja tak mengingat-ingat lagi, meskipun masa-masa silam dengan dia senantiasa terbayang’ kata si Aku, ”tiba-tiba, aku terpaksa pergi lagi ke Bali. Ada telegram dari keluarganya, yang mengabarkan dia sakit parah.

”Lama Aku berdiri di sampingnya, badannya sampai rusak seperti itu, paras muka yang indah menarik hanya tinggal bekasnya, pucat seperti mayat. Ia tidur.” Si Aku hanya bicara dengan keluarganya, perihal telegram, perihal dalam perjalanan, kemudian dipersilakan beristirahat.

”Ketika ditengok lagi, hanya melirik, menarik selimut, kemudian tidur lagi.” Si Aku semalaman menunggui, menolong menyuapi, waktu subuh baru ditinggalkan.

Paginya yang sakit tampak seperti kurangan, ingin mandi tapi diseka saja. Si Aku duduk di sampingnya, sempat dia ’ber-

9