Lompat ke isi

Kaca:Carios Raden Ustama - R. Ardiwinata.djvu/11

Ti Wikipabukon
Ieu kaca geus divalidasi

untuk Napoleon Bonaparte. Raden Ustama turut serta ke Betawi. Pada waktu Raden Ustama sedang ada di Meester Cornelis menonton keramaian di sana, timbul suatu keributan antara tentara Inggris dan tentara Perancis. Banyak yang menjadi korban dan banyak juga yang dibawa ke pulau Onrus, termasuk Raden Ustama. Kangjeng Dalem pulang-pulang ke Bandung tanpa Raden Ustama, karena menurut ceritera orang, Raden Ustama meninggal pada keributan di Meester Cornelis itu.

 Sekarang Hindia Belanda di bawah kekuasaan Inggris dan Gubernur Jenderalnya bernama Raffles.

 Akhirnya Raden Ustama dibebaskan dari Onrus dan bekerja di rumah sakit sebagai jurutulis sambil belajar bahasa Inggris. Pada waktu Tuan Raffles menjenguk prajurit-prajurit Inggris di rumah sakit, dia melihat tulisan Raden Ustama yang sangat rapih dan karena itu Tuan Raffles mengambil Raden Ustama sebagai jurutulisnya, lagipula Raden Ustama mengerti bahasa Inggris. Pada waktu Raden Ustama dibawa ke Banten oleh Tuan Raffles, dia diculik oleh bajaklaut Banten dan selama dua tahun dipaksa menjadi tukang masak mereka.

 Suatu percekcokan timbul antara bajaklaut Banten dan bajaklaut Krawang yang diakhiri dengan suatu perkelahian yang seru antara mereka. Banyak yang mati dan banyak yang luka parah. Akhirnya Raden Ustama ditolong oleh sebuah kapal Inggris yang sedang menuju Cirebon. Kebetulan Tuan Raffles sedang ada di Cirebon. Raden Ustama diambil lagi oleh Tuan Raffles yang sangat gembira bahwa Raden Ustama tidak disiksa oleh bajaklaut.

 Pada bulan Maret 1816 Tuan Raffles meninggalkan pulau Jawa menuju Singapur. Raden Ustama turut serta, karena masih ada buku-buku yang belum selesai disalin. Di Singapur banyak yang dilihat dan dialami, antara lain mendaratnya sebuah kapal yang membawa budak-budak belian yang dirantai dan diperlakukan sebagai binatang. Budak-budak belian itu terdiri dari pria maupun wanita, anak-anak maupun dewasa.

 Raden Ustama dibawa Tuan Raffles ke Kalkuta dan

ix