Lompat ke isi

Kaca:Carios Raden Ustama - R. Ardiwinata.djvu/12

Ti Wikipabukon
Ieu kaca geus divalidasi

diajaknya berlayar di sungai Ganges yang lebar sekali, hampir limabelas kali Citarum. Sungai Ganges ini dianggap suci oleh umat Hindu. Raden Ustama baru tahu, bahwa orang Hindu itu dibagi dalam beberapa kasta. Juga dilihatnya gajah-gajah yang besar dan kuat dipekerjakan oleh manusia yang jauh lebih lemah. Dan pada suatu upacara pernikahan antara putri dari Sultan Kalkuta dengan putra Sultan Alahabad, Raden Ustama menyaksikan bahwa gajah-gajah yang liar dan ganas bisa ditangkap oleh gajah-gajah yang telah dijinakkan.

 Pernah pula Raden Ustama ke pelabuhan Madras dan dari sana ke pelabuhan Kolombo. Juga melihat pemeliharaan ulat sutra dan bagaimana menenun benang sutra.

 Setelah pekerjaan untuk Tuan Raffles selesai, Raden Ustama diajak oleh Tuan Raffles untuk ikut saja ke Inggris. Raden Ustama menolak, karena hatinya tetap terpaut ke kampung halamannya. Karena tidak ada kapal yang akan ke Jawa pada waktu itu, maka Tuan Raffles menganjurkan, supaya ikut dengan kapal Bretanye ke Kaapstad (sebuah kota di ujung Afrika) untuk mencari pengalaman dan dari sana baru naik kapal lain yang akan ke pulau Jawa.

 Dengan tidak usah membayar, Raden Ustama naik kapal Bretanye melewati Aden ke Zanzibar. Di tengah perjalanan banyak orang yang jatuh sakit karena kekurangan air minum. Ditambah lagi, karena angin yang teramat kencang, tiang layar patah dan tidak dapat dipergunakan lagi. Lagi pula timbul kebakaran di kapal. Untunglah dapat dipadamkan dengan segera. Kapal tetap tak dapat berlayar karena patah tiang layarnya, tapi akhirnya sebuah kapal Spanyol memberikan pertolongan, dan kapal Bretanye bisa selamat sampai di Kaapstad.

 Sesampai di Kaapstad, Raden Ustama yang berpakaian seperti orang Melayu langsung menuju rumah Tuan Konsul Belanda untuk menyampaikan surat dari Tuan Raffles, Konsul Belanda berjanji untuk memberi tahu Raden Ustama kalau ada kapal yang akan berlayar ke pulau Jawa. Raden Ustama mencari losmen yang

x