Lompat ke isi

Kaca:Carios Raden Ustama - R. Ardiwinata.djvu/14

Ti Wikipabukon
Ieu kaca geus divalidasi

 Setelah kapal sampai di Tanjung Priuk, langsung Raden Ustama menuju kenalan baiknya bernama Abang Alip yang dahulu menjadi opas di kantor Tuan Raffles. Didapat kabar dari istri Abang Alip yang bernama bibi Minarsih, bahwa Abang Alip meninggal sepuluh hari yang lalu. Bibi Minarsih sangat sedih, karena tidak mempunyai anak, lagi pula sangat miskin, Yang dipunyainya hanyalah gubug tempat berteduh.

 Raden Ustama membeli dua helai kain dan dua helai baju untuk Bibi Minarsih. Juga dibelikannya dua helai selendang. Bibi Minarsih sangat berterima kasih kepada Raden Ustama. Raden Ustama memberi modal kepada Bibi Minarsih untuk membuka warung. Warungnya maju dan modalnya telah berlipat-ganda dan Bibi Minarsih boleh dikatakan menjadi orang yang cukup kaya di daerah itu. Dia sangat sayang kepada Raden Ustama dan dianggapnya sebagai anaknya sendiri. Demikian pun Raden Ustama menganggap Bibi Minarsih sebagai ibunya saja. Pada suatu hari Bibi Minarsih jatuh sakit dan meninggalkan wasiat kepada Raden Ustama, bahwa segala harta kekayaannya untuk Raden Ustama. Uang yang ditabungnya saja ada 1500 Gulden Belanda.

 Pada suatu hari Raden Ustama hendak ke rumah temannya di Petojo. Di salah satu losmen besar, dia melihat seseorang yang berpakaian seperti menak Sunda. Timbullah keinginannya untuk menanyakan apakah orang itu kenal dengan ayahnya yang bernama Yudaparaja. Orang itu tercengang, ketika ditanyakan nama Yudaparaja dan berkata, bahwa orang itu ada di dalam losmen dengan kangjeng Bupati Bandung. Bukan main gembiranya Raden Ustama. Kangjeng Dalem Bandung dengan ayah Raden Ustama ada di Betawi karena ada urusan berhubung dengan pemerintahan.

 Setelah Raden Ustama menghadap dan menerangkan siapa dia, maka berpelukanlah ayah dan anak disaksikan oleh Kangjeng Dalem. Ustama yang sudah lama dianggap meninggal dunia, sekarang hidup kembali.

 Raden Ustama dibawa pulang ke Bandung dan bertemu kembali dengan ibunya tercinta, Akhirnya Raden Ustama dikawinkan dengan putri Kangjeng Dalem Bandung yang bernama Raden

xii