Lompat ke isi

Kaca:Carita Budak Manjor - pantun Sunda.pdf/18

Ti Wikipabukon
Ieu kaca geus divalidasi

hamba, yang dahulu disiksa di Kuta Haralang. Kami berdua telah dilokat, sehingga bergantilah wajah dan tubuh kami”, sahutnya.

Maka sangatlah gembira Ratu Sungging mendengar hal itu. Apalagi karena kemudian Sutra Kalang Panggung menyerahkan adiknya itu untuk menjadi istri Ratu Sungging. Maka Aci Wangipun menjadi istri Ratu Sungging di samping yang terdahulu.

Sedang Agan Aci Haralang yang diboyong dari Kuta Haralang, kemudian diambil menjadi istri Sutra Kalang Panggung sendiri. Aci Haralang sangat bahagia karena mempunyai suami seorang yang sangat rupawan.

Sutra Kalang Panggung menarik kembali ajian sirepnya, sehingga orang-orang Kuta Haralang terjaga dari tidurnya. Badak Pamalang menemukan surat tantangan pada kening baginda, sedangkan Aci Haralang lenyap pula. ”Niscaya dibawa Budak Manjor”, katanya menarik kesimpulan. Maka dengan izin baginda, ia berangkat ke Kuta Tandingan untuk memenuhi tantangan Budak Manjor. Tapi Badak Pamalang tak mampu melawan Layung Kumendung, ia mati di tangannya. Kemudian Gajah Malang pun menyusul patihnya. Ia dihadapi oleh Sutra Kalang Panggung.

”Siapakah engkau?” tanya Gajah Malang.

”Akulah Budak Manjor yang dahulu kausiksa”, sahut Sutra Kalang Panggung. ”Akulah kakak si Genjru yang juga kau siksa”.

”Tidak mungkin!” sahut Gajah Malang. ”Budak Manjor rupanya sangat buruk”.

”Ya, karena kami berdua sekarang sudah ganti rupa. Namaku sekarang Sutra Kalang Panggung. Adikku bernama Aci wangi”.

”Tidak mungkin!” sahut Gajah Malang pula. Lalu keduanya berperang. Tapi tidak lama karena Gajah Malang segera kalah oleh Sutra Kalang Panggung. Akhirnya Gajah Malang dan Badak Pamalang dihidupkan kembali oleh Sutra Kalang Panggung. Maka setelah hidup kembali keduanyapun menyatakan takluk dan akan mengabdi kepada-Ratu Sungging.

Maka tamlatlah lakon Budak Manjor ini.

CARITA BUDAK MANJOR - 2
17