Lompat ke isi

Kaca:Carita Budak Manjor - pantun Sunda.pdf/9

Ti Wikipabukon
Ieu kaca geus divalidasi

Maka merekapun berempat pergi ke hutan. Di dalam hutan Budak Manjor meminta agar Aki dan Nini Panyumpit memejamkan mata. Sementara itu, ia berdua dengan si Genjru, mendo'a kepada ibunda Suna Ambu di Kahiangan meminta binatang-binatang yang dibutuhkan Aki dan Nini Panyumpit. Do’anya dikabulkan. Ketika Aki dan Nini Panyumpit membuka mata, dan mendongakkan kepala, maka nampaklah lutung, monyet, dan jaralang bergelayutan di cabang-cabang pohon-pohonan. Aki Panyumpit menyumpit binatang-binatang itu, sedangkan Nini memasukkannya ke dalam Koja Dengdekpoe. Semuanya tepat seperti yang diminta. Lutung duapuluh tujuh, monyet dua puluh lima, dan jaralang enam puluh ekor.

Budak Manjor mengingatkan Aki akan janjinya, yaitu akan memberinya lutung, monyet, dan jaralang masing-masing seekor. Tapi Aki Panyumpit berkata: ”Kalau dikurangi satu-satu, niscaya jumlahnya tidak lengkap. Dan baginda tak mustahil akan menghukum Nini dan Aki Karenanya”.

"Tapi tadi Aki sudah berjanji", kata Budak Manjor.

"Ya, tapi tidak mungkin”, sahut Aki.

“Baiklah”, sahut Budak Manjor. "Saya hanya mengingatkan Aki akan janji Aki sendiri".

Aki dan Nini Panyumpit pulang. Tapi ketika sampai di hutan, Budak Manjor melambaikan tangannya. Maka keluarlah lutung seekor, monyet seekor, dan jaralangpun seekor pula dari dalam Koja Dengdekpoe, sedangkan Aki dan Nini tidak mengetahuinya. Ketiga binatang itu segera meloncat kembali ke pohon-pohon yang tinggi.

Keesokan harinya Aki dan Nini berangkat akan menghadap baginda untuk mempersembahkan hasil buruannya itu. Tapi waktu baginda menghitungnya, ternyata tiap-tiap jenis kurang seekor.

"Mengapa kurang seekor, Aki?", tanya baginda.

Aki dan Nini bersipandangan. Mereka sendiri kaget. Kemarin sudah jelas bahwa jumlah binatang itu tepat seperti permintaan baginda.

"Entahlah", sahut Aki kemudian. "Mungkin oleh Budak Manjor".

"Siapakah Budak Manjor itu?", tanya baginda.

Nini dan Aki segera menghaturkan halnya Budak Manjor. Setelah mendengar perkataan Aki, baginda segera bersabda pula:

8