Lompat ke isi

Kaca:Dongeng Enteng Ti Pasantren.pdf/12

Ti Wikipabukon
Ieu kaca geus divalidasi

lan para santri pada umumnya, sedangkan Hari Pertama menceritakan bagaimana perasaan si aku ketika mula-mula datang, dan berkenalan langsung dengan para santri, merasa canggung, tapi tertarik memperhatikan sikap para santri yang bermacam ragam: ada yang tampak gembira ada teman baru dan tampaknya menak, oleh Ajengan dipanggil Raden, tak kurang juga yang mencemooh, bahkan mentest dengan pertanyaan-pertanyaan bahasa Arab, dan si aku merasa beruntung tidak terlalu buta huruf (di kota ia sudah belajar juga sedikit).

Ilmu Ajug (ajug = lampu duduk tinggi yang dapat memberi sinar ke tempat jauh, tapi di bawahnya tetap gelap), menyindir perilaku umumnya manusia, tak terkecuali guru mengaji, fasih memberi nasihat-nasihat baik, tapi dirinya sendiri sering lupa mengamalkannya.

Niat memberi bahasan apa sebenarnya niat menurut ajaran agama. Niat-baik akan tercatat segera mendapat pahala, tapi niat buruk/jahat, masih ditangguhkan sampai pelaksanaan, kalau tidak dilaksanakan tidak berdosa. Itulah salah satu kemurahan Pangeran (Allah s.w.t.)

Jadi niat si Aceng akan mencitak 'mastaka' (kata halus untuk kepala) Ajengan, jangan mengakibatkan si Aceng sampai diusir dari Pesantren, apalagi niatnya itu diucapakan dalam kesempatan bergurau, tidak serius, harus dimaafkan. Dan Ajengan terpaksa tertawa lebar, mendengar argumentasi pembela si Aceng (Ajengan tidak marah, malum Ajengan modern).

Mengumpat (mempergunjingkan) seseorang itu haram hukumnya. Tapi tiap orang sering tak sadar, sampai-sampai Mang Udin, Ketua pondokan, santri yang paling tua dan lama, tak luput dari pelanggaran peharaman ini dan judul ini ditutup dengan kesadaran diri penulis sendiri, katanya: Bagaimana saya? Bukan, saya bukan mempergunjingkan orang saya sekedar menceritakan orang lain yang suka menceritakan keburukan tingkah-laku orang lain. Jadi seperti benang kusut, tak tentu ujungnya. Tapi itulah kenyataannya (tambah penulis).

Ajilu, ungkapan lengkapnya: Ajilu bissolati qoblalfaut.

10