Lompat ke isi

Kaca:Padalangan 1.pdf/23

Ti Wikipabukon
Ieu kaca geus divalidasi

 Yudistira menjadi raja di Astina.

  1. Wayang Madia yaitu dari jaman Parikesit melanjutkan pemerintahan sampai pada Prabu Jayabaya menjadi raja Kediri.
  2. Wayang Gedog yaitu mulai dari gugurnya Prabu Jayabaya sampai kepada Prabu Brawijaya I menjadi raja di Majapahit.
  3. Wayang Krucil yaitu ceritera pewayangan yang menceriterakan para panji misalnya panji Semirang, panji Kerneng Pati dan lain-lain.

 Ceritera Mahabrata yang sudah panjang itu kelihatannya masih kurang dan ini terbukti dengan adanya bagian-bagian dari ceritera yang diambil kemudian disusun sedemikian rupa sehingga merupakan suatu cerita, misalnya sayembara Drupadi, Bima kawin dengan Arimbi dan sebagainya sehingga menambah ramai dan panjangnya ceritera Mahabarata tersebut.  Seperti telah diuraikan dalam halaman terdahulu, pewayangan itu kejadiannya di tanah India. Karena adanya keahlian serta kecermatan para pujangga, maka kejadian dalam pewayangan itu seolah-olah terjadi di negara kita, apalagi setelah India memberi nama beberapa tempat atau gunung maupun sungai sesuai dengan nama yang terdapat dalam pewayangan seperti gunung Arjuna, kali Serayu, pulau Madura dan sebagainya. Apabila kita bandingkan Mahabrata dari India dan Mahabrata gubahan pujangga kita, maka dapat terlihat perbedaannya. Misalnya: dalam pewayangan Sri Kandi itu merupakan istri dari Arjuna sedangkan dalam Mahabarata dari India, Srikandi adalah wanita yang kemudian berubah menjadi laki-laki berkat adanya kekuasaan dari Yaksa Sthuna. Selain itu dalam pemakaian senjata yang dipergunakan oleh para ksatria dalam pewayangan misalnya: Dasamuka ajiannya Pancasona yaitu apabila mati walau beberapa kali, apabila kepalanya menyentuh tanah maka ia akan hidup kembali, Yudistira mempunyai ajimat Layang Kalimusada yang dalam pedalangan disebut juga kalimah sahadat yaitu khasiatnya akan melemahkan musuh, semua binatang tunduk dan sebagainya. Dan masih banyak lagi perbedaan-perbedaan yang lainnya, sehingga perbedaan antara Mahabarata dari India dan hasil gubahan para pujangga sangat besar.

21