IV. KEPERLUAN PERTUNJUKAN WAYANG
Pertunjukan wayang biasanya dilakukan pada tempat-tempat di mana akan dilaksanakan suatu upacara keramaian seperti perkawinan, sunatan atau juga di tempat-tempat pertemuan seperti balai Desa, Pendopo dan tempat pertemuan lainnya.
Pertunjukan wayang di Jawa Barat atau tepatnya daerah Sunda, untuk tempat pertunjukan biasanya disediakan tempat khusus yaitu panggung. Luas dan tinggi panggung disesuaikan sehingga para penonton akan merasa kerasan dalam menikmati pertunjukan wayang.
Untuk tempat wayang, diperlukan batang pisang di mana nantinya sebagai tempat berdirinya wayang-wayang yang telah disusun sedemikian rupa. Susunan di atas panggung harus diatur agar para nayaga atau pemukul gamelan tidak saling berhimpitan dan harus diatur agar mereka dapat bermain bebas dan susunannya sebagai berikut:
Dalang berada paling depan dan berada tepat di tengah-tengah. Sebelah kiri terdapat kotak wayang yang bagian bawahnya terdapat kecrek yaitu plat besi yang disusun sedemikian rupa untuk keperluan dalang. Di bagian belakang sebelah kanan tempat tukang gendang, persis di belakang dalang adalah tukang rebab dan sebelah kirinya adalah juru sinden/penyanyi. Begitulah seterusnya susunan para penabuh gamelan lainnya sehingga mereka dapat bekerja sama mengiringi dalang dalam mempertunjukan wayang tersebut.
Untuk susunan wayang disesuaikan dengan susunan wayang golek dari daerah Sunda adalah sebagai berikut:
A. Sebelah kanan dalang.
- Wayang golek yang berada pada batang pisang bagian luar adalah: a. Arimbi; b. Bima; c. Brajamusti; d. Indrajit; e. Gandamana; f. Antȧreja; g. Gatotkaca; g. Rama; h. Kresna; i. Yudistira; j. Arjuna.
- Wayang yang berada pada batang pisang kedua yaitu di bagian dalam: 1. Anoman; 2. Sugriwa; 3. Setiaki; 4. Narayana;22