Lompat ke isi

Kaca:Padalangan 1.pdf/29

Ti Wikipabukon
Ieu kaca geus divalidasi
  1. Di negara lain, yaitu mengutus patih dari negara lain untuk melamar putri.
  2. Patih ngatur balad, yaitu pengaturan bala tentara yang dilakukan oleh patih untuk menuju suatu negara.
  3. Di pagelaran sejen, yaitu pengaturan wayang di negara lain.
  4. Tatan-tatan, pengaturan barisan yang biasanya tidak dilakukan oleh dalang.
  5. Di Pringgandani, Gatotkaca menghadap Arimbi.
  6. Ibing Purbaya, yaitu tindakan dalang untuk menarikan wayang Gatotkaca, walaupun tidak ada hubungannya dengan lakon yang dimainkan.
  7. Perang gagal atawa papacal, yaitu pertemuan antara Gatotkaca dengan balatentara raksasa yang akhirnya terjadi peperangan.
  8. Mengkolnya carita, yaitu ceritera yang menyimpang sebagai pelengkap biasanya ceritera di sekitar pertapaan.
  9. Perang kembang, yaitu pertemuan antara balatentara raksasa yang melarikan din setelah bertempur dengan Gatotkaca dan bertemu dengan para panakawan dan satria.
  10. Tepung kasoran,.yaitu Tumenggung yang kalah oleh satria bertemu dengan patih yang kalah oleh Gatotkaca, kemudian berunding dan kembali ke negaranya.
  11. Gatotkaca amprok, yaitu pertemuan antara Gatotkaca dengan satria dan para panakawan.
  12. Gatotkaca marek, yaitu laporan Gatotkaca kepada Yudistira dan Kresna tentang kejadian-kejadian yang telah dialaminya.
  13. Tepung utusan, yaitu pertemuan antara utusan Astina dan Kresna bersama Pandawa di mana Dorna selalu mengada-ada.
  14. Perang Astina, Peperangan yang terjadi karena adanya pertentangan antara Utusan.
  15. Buta balik, yaitu raksasa yang telah kalah kembali ke negaranya.
  16. Tepung sabrangan, yaitu pertemuan antara raja raksasa dengan para Pandawa di mana Raja Raksasa bermohon agar Pandawa bersedia menyerahkan pusakanya.
  17. Perang berubuh, yaitu peperangan antara balatentara raksasa
27