- dengan Pandawa yang akhirnya raksasa dapat dikalahkan, dan biasanya raja Raksasa itu setelah mati terbunuh beralih rupa menjadi betara Kresna kembali.
- Wekasan, yaitu berkumpulnya kembali para satria Pandawa bersama-sama dengan Betara Kresna.
Uraian di atas merupakan urut-urutan pertunjukan mulai dari awal sampai akhir, di mana segala sesuatunya disesuaikan dengan ceritera yang akan ditampilkan. Selain itu untuk lebih meriahnya maka ketrampilan dari dalang dalam memainkan wayang pun turut berperan.
Sebetulnya susunan yang tersebut di atas merupakan lambang dari adanya manusia, tingkah laku dan perbuatan yang kesemuanya itu pada akhirnya akan terlihat bahwa manusia yang tamak dan serakah akan terkena akibatnya dan kebenaran akan selalu unggul yang akhirnya akan mendapat kebahagiaan.
4. Dewa.
Walaupun secara umum, Dewa itu lebih unggul dari manusia biasa, akan tetapi dalam pewayangan biasanya kebenaranlah yang akan lebih unggul. Selain itu apabila ada Dewa yang mendapat hukuman maka dewa itu akan berubah menjadi kesatria, dan apabila bertempur dengan satria lainnya maka ia akan kembali menjadi Dewa serta satria akan diberi senjata pusaka.
5. Panakawan.
Panakawan adalah segolongan manusia yang tugasnya mengasuh dan menjadi pengiring. Dalam wayang golek dari daerah Sunda, para Panakawan terdiri dari Semar, Astrajingga, Dawala dan Gareng; sedangkan dalam wayang kulit dari Jawa, panakawan terdiri dari Semar, Bagong dan Petruk. Dalam hal memainkan panakawan inilah maka dapat dinilai kelucuan serta humor dari panakawan yang dilakukan oleh dalang untuk menarik para penonton.
Untuk beberapa ceritera, biasanya panakawan dapat berubah menjadi kesatria, dan hal ini sebagai contoh bahwa walaupun