Ieu kaca geus divalidasi
- Enges (Ngahudang rasa).
Artinya: dalang itu harus dapat menarik hati para penonton; maksudnya dalang itu harus dapat mengajak penonton dalam suasana gembira, suasana sedih dan haru, suasana birahi sehingga penonton seolah-olah menjadi pelakunya. - Tutug (anggeus).
Artinya: pada waktu menyelesaikan satu ceritera dalam wayang, dalang itu harus dapat menceriterakannya sehingga penonton akan merasa puas. - Banyol (lelucon, guguyon).
Artinya: dalang itu harus dapat membuat penonton tertawa apabila pada saat humor atau melawak dan tidak boleh menyindir seseorang. Jadi dalam hal lelucon ini dalang harus tahu batas-batasnya. - Sabet (molahkeunana).
Artinya: dalang harus dapat memainkan wayang sesuai dengan tatacara kchidupan manusia misalnya waktu duduk, waktu berjalan, waktu lari dan sebagainya sehingga seolah-olah wayang itu hidup. - Kawi-Radya (Ngakawenkeun raja).
Artinya: dalang harus dapat dan mengetahui kebesaran dan kekuasaan raja mulai dani nama, pakaian, senjata, kegagahannya dan sebagainya. - Parama-kawi (parama = pangalusna = pangpunjulna/yang terbaik).
Artinya: dalang itu harus mengetahui dan faham terhadap bahasa kawi serta arti dari kata-kata atau bahasa kawi Gawa atau sunda). - Amardi — basa (Amardi = diajar nepi ka tabah).
Artinya yaitu: dalang harus mengetahui tentang asal usul bahasa, halus kasar serta tingkatan dari bahasa yang dipergunakan.
31