Lompat ke isi

Kaca:Padalangan 1.pdf/33

Ti Wikipabukon
Ieu kaca geus divalidasi
  1. Enges (Ngahudang rasa).
    Artinya: dalang itu harus dapat menarik hati para penonton; maksudnya dalang itu harus dapat mengajak penonton dalam suasana gembira, suasana sedih dan haru, suasana birahi sehingga penonton seolah-olah menjadi pelakunya.

  2. Tutug (anggeus).
    Artinya: pada waktu menyelesaikan satu ceritera dalam wayang, dalang itu harus dapat menceriterakannya sehingga penonton akan merasa puas.

  3. Banyol (lelucon, guguyon).
    Artinya: dalang itu harus dapat membuat penonton tertawa apabila pada saat humor atau melawak dan tidak boleh menyindir seseorang. Jadi dalam hal lelucon ini dalang harus tahu batas-batasnya.

  4. Sabet (molahkeunana).
    Artinya: dalang harus dapat memainkan wayang sesuai dengan tatacara kchidupan manusia misalnya waktu duduk, waktu berjalan, waktu lari dan sebagainya sehingga seolah-olah wayang itu hidup.

  5. Kawi-Radya (Ngakawenkeun raja).
    Artinya: dalang harus dapat dan mengetahui kebesaran dan kekuasaan raja mulai dani nama, pakaian, senjata, kegagahannya dan sebagainya.

  6. Parama-kawi (parama = pangalusna = pangpunjulna/yang terbaik).
    Artinya: dalang itu harus mengetahui dan faham terhadap bahasa kawi serta arti dari kata-kata atau bahasa kawi Gawa atau sunda).

  7. Amardi — basa (Amardi = diajar nepi ka tabah).
    Artinya yaitu: dalang harus mengetahui tentang asal usul bahasa, halus kasar serta tingkatan dari bahasa yang dipergunakan.
31