Lompat ke isi

Kaca:Rangga Malela 3.pdf/13

Ti Wikipabukon
Ieu kaca geus divalidasi

calon ratu Sumedanglarang. Hanya tuan sendiri yang berhak memerintah kerajaan Sumedanglarang."

"Berbicara tentang urusan hak agaknya siapa pun memang tidak berani mengaku mempunyai hak. Siapa pun tak pantas mengaku merasa berhak. Jangankan negara yang begitu rumitnya, badan pun kalau sudah diminta oleh Yang Empunya orang yang merasa memilikinya tak dapat berbuat apa-apa. Jadi hanya Yang Agung dan Maha Kuasa saja yang mempunyainya. Manusia semua hanya mengaku memiliki kepunyaan orang lain. Meskipun begitu dalam hidupnya manusia diberi bahagia dan celaka. Diberi raga dan nyawanya, untung dan ruginya. Diberi hidup dan rezekinya. Nah, dari situlah timbulnya pengakuan. Karena kasih sayang-Nya. Bagi manusia-manusia yang dipercaya memerintah negara - di negeri kita lazim disebut raja - yang diakui itu adalah negara dan seluruh isinya. Untuk dilindungi. Dan raja yang kadang-kadang disebut pelindung negeri selalu tidak boleh pilih kasih. Bukan yang memerintah, melainkan yang memelihara negara. Rajalah yang menjadi tempat orang banyak berlindung. Bagi rakyat raja ibarat bapak terhadap anak. Harus sayang sekalipun anak bermuka buruk. Tidak boleh sayang kepada yang satu sebab tampan atau cantik. Ah, sebenarnya banyak sekali tugas seorang raja. Yang mengetahui kewajiban itu bisa merasa enggan sebelum memulai bekerja. Demikian sabda Prabu Wangi, raja agung tanah Sunda sebelah timur ketika kakak akan bertolak dari Galuh ke mari...."

Yang berbicara berhenti. Terus menarik nafas sambil memandang ke langit yang masih cerah. Matahari sudah condong ke barat. Angin gunung sudah mulai terasa sejuk. Kemudian ia menatap Sekarwangi yang sejak tadi selalu menunduk sambil sungguh-sungguh memperhatikan segala apa yang dikatakan olehnya. Beberapa saat kemudian barulah Retnayu berkata,

"Memang hanya tuan sendiri yang patut menjadi raja di tanah Sumedanglarang, sebab tuan sudah mempunyai pegangan nasehat dari raja agung. Saya mendorong dan siang malam bermohon kepada Sang Pencipta agar Sumedanglarang dirajai lagi oleh keturunannya yang memang adil bijaksana. Yang akan menjadi tempat meminta pertolongan dan perlindungan orang banyak.

11