Lompat ke isi

Kaca:Rangga Malela 3.pdf/16

Ti Wikipabukon
Ieu kaca geus divalidasi

dititipkan sebab akan dipasang lagi kepada gagangnya. Ketiga, kakak sekalian akan meminta diri kalau-kalau agak lama tidak datang ke mari. Akan disuruh pergi ke Madialaya. Menurut firasat dikirimkan ke Madialaya itu untuk berperang. Perkara Jayadipati ditolak lamarannya oleh adik Sri Prabu Madialaya.”

”Apakah tidak akan mampir dulu ke kampung?” air mata Sekarwangi meleleh.

”Sebelum Langkara dan beberapa orang pembesar datang, kakak harus sudah berada di kota. Dapat datang ke mari sementara mereka tidak ada. Kabarnya menjemput Jayadipati ke Silalawi. Tapi kakak berjanji seusai berurusan dengan Madialaya pasti kakak datang ke mari. Sayang akan dibawa. Sebab keadaan kak Tanjung sangat mengkhawatirkan, entah esok entah lusa ia dan orang-orang lain yang diancam oleh Langkara akan disuruh bersembunyi ke mari.”

”Kak Tanjung akan bersembunyi ke mari?” Sekarwangi yang sejak tadi muram mendadak riang. ”Bagaimana Kak Tongkeng? Rupanya beliau tetap benci kepada saya?”

”Jangankan Nyi Tongkeng yang boleh dikata saudara seketurunan, bahkan gusti permaisuri juga sekarang sudah sadar.
Kakak sering mendengar Sayang disangka sudah tiada. Nyi Tonkeng sering kedengaran menangis menghibakan memanggil-manggil ayahanda dan Sayang. Katanya Kakak mengaku sudah menganiaya adik. Mengaku sudah sampai hati membuang Sayang ke hutan. Gusti permaisuri juga tidak berbeda keadaannya dengan rakanda waktu ini.
Rupanya semua orang sudah tahu bahwa benih segala kesukaran di dalam keraton dan negara ialah Langkara.”

”Tetapi sudahkah Kak Tanjung tahu bahwa saya masih hidup?”

”Sampai saat ini, belum. Hanya Ki Agung Darma yang tahu Sayang ada di sini. Beliau teguh memegang rahasia, buktinya kepada putranya, Darga, pun rahasia itu tidak dibocorkannya. Nanti saja kalau mereka akan berangkat ke mari kakak akan memberitahukannya. Pasti akan merasa senang. Sampai di sini saja, Sayang, jangan khawatir. Esok lusa kakak tentu menemuimu lagi ke mari. Sayang pasti tak akan ditinggalkan lagi.”

14