Lompat ke isi

Kaca:Rangga Malela 3.pdf/21

Ti Wikipabukon
Ieu kaca geus divalidasi

tidak mengenal saudara atau pun orang lain. Sekarang anda diperintah memerangi Madialaya, esok lusa diperintah menganiaya aku dan sekalian kerabat. Memang betul, Nunggal! Sungguh, anda mesti setia kepada si Langkara. Sebab kepadanya anda mesti berterima kasih. Sebab dialah yang menjadi kepala negara. Sebab dialah yang menguasai mati hidup hamba-hamba di Sumedanglarang. Turutilah dia meskipun akhirnya anda mesti memusnahkan manusia-manusia yang amat menyayangi anda. Sebab bagi si Langkara manusia-manusia itu merupakan rintangan untuk mencapai tujuannya. Dan kelak bila ia sudah mutlak menjadi raja Sumedanglarang, siapa lagi yang akan menjadi patih atau perisai negara kecuali anda!”

Retnayu menarik nafas lagi. Memejamkan mata sekuat tenaga. Kemudian pergi cepat-cepat. Tidak mengacuhkan orang yang ditinggalkannya yang saat itu tercengang karena kata-katanya.

Sang Sunu mengikuti yang pergi dengan sudut matanya. Meskipun siang sudah berganti malam tapi seluruh taman terang benderang sebab bulan sudah menjelajahi langit.

Di dekat pintu keputren Retnayu bersua dengan Darga. Kedua-duanya berhenti. Lalu bercakap-cakap sambil menoleh kepada Rangga Malela. Mengertilah ia bahwa Retnayu sedang menceritakan pengalamannya yang baru kepada Darga. Tapi orang yang diajak bicara tenang-tenang saja. Malah seperti yang memperolok-olokkan Retnayu sehingga akhimya si cantik membuang muka. Ia berlari, kemudian masuk ke dalam pintu keputren. Hilang tak kelihatan lagi.

Sang Sunu tersenyum simpul teringat kepada Nyi Tanjung saat itu. Pikirnya ia berbuat demikian tentu karena sangat sayang kepada Darga. Sebab setahunya Darga memang panglima yang menjadi tameng dadanya. Lagi pula semua orang tahu bahwa Retnayu dan Darga hampir selalu tak pernah berpisah.

Sambil menantikan datangnya Darga ke sana Sang Sunu mengama-amati langit yang sedang mekar. Ia teringat ke masa lalu sebab taman itu ditata olehnya ketika ia menjadi orang Kutamaya. Ia bekerja sungguh-sungguh waktu menjadi tukang kebun karena ingat kepada asal-usulnya. Taman itu rapat hubungannya dengan dia pribadi.

19