Lompat ke isi

Kaca:Rangga Malela 3.pdf/39

Ti Wikipabukon
Ieu kaca geus divalidasi

Yang diperintah segera bertindak. Pada saat itu juga barisan diatur. Dalam sekejap para prajurit Sumedanglarang yang tadi tidur sekarang telah mengelilingi tempat bermalam Jayadipati. Semua bersenjata lengkap. Ada yang memegang golok panjang, ada yang bersenjatakan tombak, malah yang memegang busur sudah membidik. Tinggal menembak saja.

Rangga Malela berdiri didampingi beberapa orang penatus yang sudah berumur. Penatus-penatus lainnya berdiri di muka prajurit-prajurit yang sudah siap siaga. Adapun Darga, meskipun bekas pasukannya yang telah siap bertindak kalau terjadi huru-hara, sama sekali tidak menoleh kepada orang banyak. Begitu pula kepada Sang Sunu. Rupanya pura-pura tak melihat saja!

Nyi Tanjung pun saat itu tenang saja. Telah berdiri sambil memutar-mutar pedang pemberian permaisuri yang diterimanya ketika beliau berangkat meninggalkan negara.

”Jayadipati! Genduuut!” ujarnya lagi dengan nyaring sekali. “Apakah mesti ke sana sambil membabat anak buahmu? Ayu ke luar sebelum aku mengamuk!”

Prajurit-prajurit Jayadipati yang tadinya akan membela habis-habisan tuan mereka, setelah melihat pasukan Sumedanglarang sudah siap siaga semua lemas. Berdiri seperti patung sambil bungkam. Sebagian menatap dengan tercenang orang yang sedang memaki-maki sambil memutar-mutar pedang. Sebagian lagi saling pandang memandang. Dan ada pula di antara mereka yang melirik ke Jayadipati yang saat itu masih duduk bersila menghadapi api unggun sambil makan dengan lahap dendeng kambing hutan bekalnya dari kota. Tak mengacuhkan sama sekali orang yang demikian marahnya.

Dalam pada itu terdengar lagi Nyi Tanjung berkata,

”Jaya, kulihat awan yang menghalangi bulan sudah terkuak semua. Jika tidak ke luar juga jangan salahkan aku. Pasukanmu akan dibasmi habis-habisan seperti kalian mcncincang Agus Brata di daerah utara. Sekarang aku tahu, Jaya, Kak Agus bukan wafat oleh orang-orang daerah utara yang katanya mesti ditundukkan karena membuat huru-hara. Tapi dibinasakan olehmu dan prajurit-

37