kipun guru ilmu perang kedua sesudah ayahnya, tapi melihat tunangannya dalam bahaya hatinya pilu, malah kalau kurang tabah mungkin hilang semangatnya. Tapi ketika ia sedang menutupi muka, terdengar Jayadipati memekik. Ketika membuka matanya keadaan yang bertarung sudah berubah lagi, sebab saat itu Nyi Tanjung sudah seperti tadi, yaitu terus mendesak musuhnya.
Tadi ketika pukulan Nyi Tanjung hampa karena dielakkan, Jayadipati berbalik memukul sebab ada peluang yang demikian baiknya. Jelas Jayadipati berniat memenggal tengkuknya. Tanjung cepat sekali mengelak. Sekarang golok Jayadipati yang mencincang angin, sedangkan pedang Retnayu masih berada disamping Jayadipati. Ketika golok musuh menetak angin dan ketika ia mengelak, pedang kepunyaannya cepat-cepat dibalikkan. Tanpa ragu-ragu lagi punggung pedang dipukulkannya kepada tulang rusuknya. Maka Jayadipati hilang keseimbangannya sebab goloknya terlepas, lagi pula pergelangan tangannya dipukul sehingga goloknya terjatuh. Maka pemiliknya terus nyelonong terbawa oleh tenaganya sendiri seolah-olah didorong oleh tibanya pukulan Retnayu.
Untunglah Jayadipati sempat bisa menempatkan dirinya. Tapi sia-sia sebab senjata sudah berada di tanah. Sekar Tanjung sudah menyerang lagi sambil terus mengayun-ayunkan senjatanya. Jayadipati hanya melompat-lompat ke kiri dan ke kanan. Tapi dasar berperut gendut, lagi pula berhadapan dengan Sekar Tanjung yang begitu lincahnya maka betapa pun ia berusaha mengelak ternyata repot sekali. Baru saja menghindar ke kanan sudah berubah lagi keadaannya. Terus menerus demikian saja sampai akhirnya pedang yang datang seakan-akan banyak. Muncul dari kiri dan kanan. Jayadipati kewalahan. Sejak tadi luka-luka tidak dirasakannya, tapi selama berkali-kali menghindar sudah belasan kali badannya tergores oleh ujung pedang sehingga pakaiannya koyak-koyak hampir kelihatan auratnya. Lagi pula telinganya yang setelah terkulai kena sambar ketika didesak Tanjung. Akhirnya robohlah ia. Tak bergerak-gerak sambil menunduk sampai ke tanah.
Ketika melihat musuh roboh Sekar Tanjung cepat mende-