Lompat ke isi

Kaca:Rangga Malela 3.pdf/54

Ti Wikipabukon
Ieu kaca geus divalidasi

malah tak bosan-bosan mengangkat batu tumpu dan tiang-tiang hangus, jenazah yang diceritakan oleh Darga dan Nyi Tanjung tetap tak ditemukan.

Angin gunung yang ketika ia baru sampai di sana bertiup skencang mendadak reda. Pepohonan diam tak ada yang bergerak sama sekali. Tapi udara dingin bukan kepalang. Memang di Cikahuripan selalu demikian. Baik siang.maupun malam selalu dingin, udara terasa di seluruh badan, malah rasanya seolah-olah mencubit-cubit kulit.

Di sekitarnya sunyi luar biasa kala itu. Rupanya margasatwa yang biasanya berbunyi karena riang saat Sang Surya terbit, saat itu sudah kabur semua. Tak salah lagi, demikian pikirnya, binatang-binatang yang begitu banyaknya melarikan diri tatkala Sang Agni mengamuk membinasakan isi lembah itu.

Ketika merasa bosan mengobrak-abrik puing bangunan yang sudah tak berbentuk itu, Rangga Malela berdiri sambil melirik ke sekelilingnya. Rumpun bambu dan tumbuh-tumbuan_terus menerus diteliti semua. Maksudnya kalau-kalau ada binatang buas yang menyeret mayat yang dikatakan sudah hangus. Sekalipun tiap semak diperiksa, tiap rumpun bambu diselidiki, namun yang dicari tetap tak dijumpainya juga. Maka ia berdiam lagi sambil berfikir. Berdiri tak bergerak-gerak dekat pintu pagar yang sudah porak peranda karena terinjak-injak orang. Tak salah lagi orang yang menyerang lembah. Orang-orang kejam yang diperintah oleh Langkara yang memang tidak mengenal belas kasihan.

Di situlah ia berdiri seperti patung dengan gigi gemeretak. Dengan mata terpejam dipegangnya gagang pedang. Terus dihunus, lalu ujungnya di silangkan pada mulutnya sambil berkata pelan, ”Jugala!” katanya kepada pedang yang memang dinamai Jugala sejak diterimanya dari Prabu Wangi Niskala Wastu Kencana. Aku sudah kehilangan semua manusia yang amat kucintai dan amat mencintaiku. Semua manusia yang kucintai itu menemui ajalnya akibat tingkah manusia kejam yang bernama Langkara. Karena itu sudah waktunya untuk membuat perhitungan. Utang darah, bayar darah.

Tadinya aku merasa lega karena ada orang tempat aku

52