Lompat ke isi

Kaca:Rasiah Geulang Rantay.pdf/11

Ti Wikipabukon
Ieu kaca geus divalidasi

RINGKASAN

Pada hari Saptu tengah hari, sedang panas-panasnya matahari, duduklah seorang perempuan setengah umur, dengan muka sedih, di depan Villa Gembira di Cimahi. Perempuan itu jelas dalam kesengsaraan sebab tidak lama kemudian menangislah dia. Yang pada liwat tak ada yang memperhatikan.

Pada waktu itu, di depan Villa Gembira dan di bawah pohon kenanga duduklah di bangku seorang gadis yang sedang membaca surat kabar. Tetapi yang dibaca rupanya yang penting-penting saja sebab tak lama kemudian ia berdiri dan berjalan menuju ke pintu. Waktu itu sudah hampir malam. Ia memperhatikan perempuan setengah tua itu dari tadi, dan dalam hatinya ia bertanya ada apa orang itu sebab sudah hampir malam begini masih juga belum beranjak dari tempatnya. Ia tanyai wanita itu dan dijawab bahwa dia memang sedang dalam kesusahan. Dia tidak punya keluarga dan tidak pula punya rumah dan memang dia sedang mencari pekerjaan. Semula ia bekerja kepada seorang Komis di Sukajadi, tetapi karena Komis itu diberhentikan maka ia ikut dihentikan juga. Setelah itu ia sudah berusaha mencari pekerjaan di Bandung tapi juga tidak dapat. Maka ia mencoba ke Cimahi.

Ia disuruh menunggu sebentar sebab gadis itu hendak bilang sama ibunya. Tak lama kemudian dipanggil oleh ibu gadis itu. Kiranya apa sudah lama bekerjanya di tuan Komis maka jawabnya sudah enam tahun dan bekerja sebagai tukang masak. Lalu ia ditawari bekerja di situ sebagai koki. Dia sangat berterima kasih kalau andai kata tak dibayarpun dia mau bekerja di situ. Dia mengaku bernama Aminah.

Gadis itu, yang ternyata bernama Komariah, membawa berita kepada ayahnya bahwa mereka sudah mendapat ganti Bi Sarti, yaitu koki yang sudah pulang.

Ternyata Bi Aminah memang pandai memasak dan karenanya keluarga Villa Gembira senang hatinya dan tenteram hidupnya. Di Villa Gembira juga ada pembantu lelaki bernama Abdul.

Pada hari Minggu tepat jam empat sore berhentilah sebuah

9