Lompat ke isi

Kaca:Rasiah Geulang Rantay.pdf/12

Ti Wikipabukon
Ieu kaca geus divalidasi

motor di depan villa itu. Turunlah dua orang pemuda yang langsung pergi ke villa itu. Abdul yang sedang menyapu di situ ditanya apakah tuan ada di rumah, dijawab bahwa mereka sedang tidur. Mereka terus menanyakan di mana Enden Komariah yang dijawab sedang di dapur ikut masak. Dua pemuda itu adalah Sukardi dan Maman yang memang berdiam di Villa Gembira dan baru pulang dari cuti. Sukardi masih keponakan pensiunan Wadana — yalah yang punya Villa Gembira dan yang berdiam di situ- sedang Maman masih karabat tapi agak jauh. Mereka langsung ke dapur menemui Komariah. "Ai Kardi, bagaimana kabar Tasik" sambut Komariah kepada Kardi. Dijawab semua dalam keadaan selamat. Dan itu siapa, kok bukan Bi Sarti. Komariah menerangkan bahwa itu adalah koki baru pengganti Bi Sarti. Wah bisa kacau makan kita nanti kata Kärdi dalam bahasa Belanda. Komariah menyahut: "Nanti dulu, tunggu nanti kalau waktunya makan. Kalau kalian makan masakan dia akan ketagihan kalian."

Mereka kemudian pergi ke pavilyun untuk menemui Maman. Bertiga mereka ngobrol nggak keruan. Komariah melihat buku gede lalu tanya kepada Sukardi buku apa itu. Dijawab album, lalu ia melihat album itu. Ada potret satu yang menarik perhatiannya. Di bawah potret itu tertulis: H. Sungkawa kyai modern. Mengapa ia disebut kyai modern. Sukardi menerangkan bahwa orang itu sangat terpelajar, dia mahir empat bahasa, Belanda, Perancis Jerman dan Inggris. Dan pengetahuan umumnya melebihi kita. Apalagi soal agama, memang dia kyai tulen.

Mereka masih terus melanjutkan pembicaraan mereka mengenai segala rupa yang berkisar pada pengalaman waktu cuti mereka di Tasik. Sedang enak-enak ngobrol datanglah si Abdul mengatakan bahwa mereka sudah ditunggu makan oleh Ayah Ibu Komariah. Mereka segera beranjak dari duduknya dan terus menuju ke gedung untuk makan bersama-sama.

Pada suatu hari, kira-kira jam setengah dua siang, Maman datang sendirian dari kantor. Hal ini diketahui oleh Komariah. Ia mengikuti Maman sampai di pavilyun. Setelah ditanya di mana Sukardi maka jawab Maman sedang ke Ciparay bersama Sujana.

10