Lompat ke isi

Kaca:Rasiah Geulang Rantay.pdf/13

Ti Wikipabukon
Ieu kaca geus divalidasi

Kesempatan ini digunakan oleh Komariah untuk membikin foto berduaan dengan suatu akal dan memakai kamera milik Sukardi. Film diafdruk dua lembar saja, satu untuk Komariah dan satu lagi untuk Maman.

Dengan jalan yang berliku-liku akhirnya Komariah mengetahui bahwa dia tidak bertepuk tangan sebelah saja, Maman menanggapi cintanya. Hubungan mereka makin hari makin akrab. Hal ini menimbulkan kecurigaan pada Sukardi. Karena ia juga mencintai Komariah maka tumbuh rasa iri hati pada diri Sukardi.

Pada suatu ketika Sukardi, yang keadaan sosialnya jauh lebih baik daripada keadaan sosial Maman, mengajak seluruh isi rumah menonton bioskop. Orang tua Komariah sangat senang menerima ajakan ini karena mereka lebih condong mengambil menantu Sukardi daripada Maman. Sampai di bioskop Mamanlah yang diberi tugas untuk membeli karcis. Ia membeli karcis kelas dua untuk semua warga rumah kecuali untuk dirinya sendiri, ia membeli karcis kelas tiga, karena ia diminta menemani kawannya di kelas itu.

Di dalam bioskop Komariah duduk diapit oleh Sukardi dan Bi Aminah, sedang orang tuanya duduk agak jauh. Sudah lama mereka bercakap-cakap mengenai segala sesuatu, tetapi bioskop belum juga dimulai. Sukardi menanyakan jam kepada Komariah. Komariah mengangkat tangannya dan Sukardi melihat bahwa Komariah memakai gelang yang indah bentuknya, tetapi sayang hanya satu, karena ia tak melihat gelang di tangan yang lainnya. Ditanya mengapa hanya satu Komariah menjawab tidak tahu. Sukardi minta agar ia boleh memeriksa gelang itu lebih teliti, karena ia ingin membuatkan pasangannya. Gelang dilepas dan diberikan kepada Sukardi. Sukardi memeriksa gelang itu dengan sangat teliti. Terbaca olehnya cap beraksara S.S. di dekat tangkainya. Ia tanyakan kepada Komariah arti singkatan itu tetapi Komariah tidak tahu. Semua itu tidak lepas dari perhatian Bi Aminah. Setelah puas gelang dikembalikan kepada Komariah. Sebelum diterima oleh Komariah Bi Aminah ingin melihat juga. Setelah ia amat-amati sebentar lalu ia kembalikan pada Komariah. Lampu padam tanda bioskop mau dimulai. Pada waktu itu Aminah

11