mengembalikan gelang itu dengan tangan gemetar yang terasa oleh Komariah tapi tidak terlihat orang lain. Komariah bertanya mengapa tangan Bi Ami nah gemetaran, maka jawab Bi Aminah ia baru melihat gelang sebagus itu.
Selesai menonton mereka pulang. Ternyata bahwa Sukardi mencintai Komariah tetapi Komariah tidak menanggapi. Ia lebih suka pada Maman. Lama-kelamaan Sukardi mengetahui hal itu. Suatu saat Maman menerima surat dari Komariah agar ia datang ke kamarnya nanti malam lewat jendela karena ada sesuatu yang mau dibicarakan. Maman bingung menerima surat seperti itu, mau dipenuhi bagaimana dan kalau tidak dipenuhi bagaimana. Akhirnya ia memutuskan akan memenuhi permintaan Komariah. Tengah malam ia bangun dan sangat berhati-hati ia ke luar dan langsung menuju ke jendela. Perasaannya mengatakan seolah-olah ada yang mengikutinya. Ketika ia akan naik ternyata kakinya ada yang menarik dan ternyata Sukardi yang sudah mengikutinya dari semula. Maman sangat malu dan takut. Mereka kembali ke kamar. Di sini Maman minta agar hal itu jangan diceritakan kepada siapa pun dan khusus jangan pada orang tua Komariah. Tetapi Sukardi menganggap itu sudah keterlaluan, dan walaupun Maman itu sahabatnya, ia tetap akan melaporkan kejadian itu kepada orang tua Komariah. Maman sangat sedih karena memikirkan Komariah yang pasti sedang menunggu-nunggu kedatangannya.
Keesokan harinya Sukardi maupun Maman tidak masuk kantor. Sukardi pagi itu menghadap orang tua Komariah. Ia menceritakan apa yang terjadi tadi malam. Orang tua Komariah marah sekali dan memanggil Maman. Begitu datang dimaki-makilah Maman habis-habisan dan hari itu juga Maman diusirnya. Maman pergi tak sempat berpamitan kepada Komariah.
Waktu makan siang Komariah menunggu-nunggu, tetapi yang ditunggu tak kunjung muncul. Dia tanya kepada Bi Aminah dan dijawab bahwa Maman sudah diusir oleh orang tua Komariah. Komariah sedih hatinyanya dan bertanya pada dirinya sendiri apa kiranya yang menyebabkan diusirnya Maman oleh orang tuanya. Karena pikiran itu disimpan dalam hati saja maka lama-kelamaan