Lompat ke isi

Kaca:Rasiah Geulang Rantay.pdf/15

Ti Wikipabukon
Ieu kaca geus divalidasi

Komariah jatuh sakit. Sudah beberapa dokter dan orang pandai dimintai pertolongan tapi tak berhasil sampai kini. Dalam igauannya Komariah selalu menyebutkan nama Maman. Orang tuanya bingung sekali. Akhirnya Sukardi berusaha mencari Maman. la berkeliling kemana-mana, bahkan sampai di Jawa Timur. Di kota besar ia sampai memasang iklan, tapi segala usahanya tidak berhasil. Sukardi hampir putus asa, disangkanya Maman sudah meninggal dunia.

Pada suatu hari sampailah ia ke kampung Pagelaran. Ketika ia sedang beristirahat di pinggir jalan maka dilihatnya seorang yang sedang mencangkul. Tergetar hatinya, lalu ia mendekat serta memanggil orang itu tapi orang itu tak mau datang. Sukardi terpaksa mendekat. Ternyata orang itu adalah Maman, maka langsung dipeluknya. Setelah duduk sejenak maka Sukardi minta agar Maman mau kembali ke Cimahi. Sukardi menceritakan bahwa ia sudah lama mencari Maman ke mana-mana, sampai memasang iklan segala, tetapi tak juga berhasil. Karena sekarang sudah ketemu maka ia minta agar Maman mau kembali ke Cimahi. Maman tak tahu alasannya mengapa ia harus kembali ke Cimahi. Kemudian Sukardi membujuk Maman agar mau kembali ke Cimahi dengan mengatakan bahwa adiknya sedang sakit keras, dan belum pula sembuh walaupun segala usaha sudah dijalankan. la bersedih hati dan tepekur minta kepada Tuhan agar diberi obat penyembuh adiknya. Di situ ia memperoleh petunjuk bahwa yang menjadi lantaran sembuh adiknya adalah Maman. Mendengar cerita itu Maman menolaknya, tetapi karena permintaan Sukardi hanya untuk paling lama tiga hari saja, maka akhirnya ia menyanggupi juga.

Jam tujuh malam sampailah mereka di Cimahi, mereka langsung menuju pavilyun. Maman menunggu di pavilyun sedang Sukardi terus masuk ke dalam rumah induk. Di kamar Komariah Sukardi melihat seorang dokter dari Bandung, Bi Aminah dan ibu dari Komariah. Yang dua belakangan ini sedang menangis karena mereka mendengar dari orang bahwa penyakit Komariah tak dapat disembuhkan dokter. Dalam igauannya Komariah selalu menyebut-nyebut nama Mama n.

13