pembantu maka segala sesuatu harus dikerjakan sendiri oleh isterinya. Punya pembantu yang ternyata seorang pencuri dan sekarang sedang dibawa polisi.
Sedang asyik berbincang-bincang, berderinglah tilpun dari polisi, yang memberitahukan bahwa malingnya sudah tertangkap bersama dengan barang buktinya. Bi Aminah ternyata tidak bersalah dan yang mengambil barang-barang itu adalah si Dul bekas pembantu yang dulu.
Ketika polisi datang bersama Bi Aminah, tamunya berdiri kaget melihat yang datang itu isterinya yang sudah lama ia cari. Saking kagetnya ia berkata: "Salamah". Bi Aminah tidak kurang kagetnya melihat suami nya yang ditinggal dahulu. Mereka saling berpelukan, lupa bahwa di situ banyak orang.
Beberapa saat kemudian sepi tak ada yang berbicara. Rd. Ahmad (polisi) menyerahkan barang-barang yang hilang itu, ternyata gelang rantai pun ada. Orang tua Komariah heran lalu bertanya: "Lalu gelang yang ada pada Aminah itu milik siapa." Bi Aminah alias Bi Salamah lalu menceritakan riwayatnya dari awal sampai akhir termasuk bekas pukulan haji di tangan kanan Komariah. Ternyata gelang itu memang pasangannya yang selalu disimpan oleh Salamah.
Dari kejadian ini Komariah lalu mengetahui bahwa orang tua sebenarnya adalah Bapak Sungkawa dan Ibu Salamah itu. Maka terharulah mereka semua. Mulai saat itu mereka hidup rukun.
Komariah dan suaminya sering berkunjung pada orang tuanya, lama kelamaan orang tuanya pindah ke Cimahi agar dapat berkumpul dengan anaknya. Itulah cerita "Rasiah geulang rantay."
TAMAT