Ieu kaca geus divalidasi
RINGKASAN lSI:
S I S I N D I R A N
No. 656
Dikumpulkan oleh R.E. Bratakusuma dan Mas Adinata
Dibuat oleh J. Augusdin
Pendahuluan
Sisindiran berasal dari kata sindir.
Orang Sunda mempunyai sifat tidak ingin menyakiti hati orang, maka timbullah kebiasaan untuk menghindarkan perkataan-perkataan yang tidak enak didengar. Apa yang dimaksud, diungkapkannya dengan sindir (bahasa terselubung).
Sindir itu bermacam-macam, ada yang dipakai untuk menyatakan cinta (silih asih), ada yang dipakai sebagai nasehat (piwuruk) dan ada pula yang dipakai untuk bergurau dan berolok-olok atau untuk memperolok-olokkan orang (sesebred).
| Umpamanya | : | Seorang haji yang serbannya sudah agak tua dan ada sobeknya, datang bertamu. Tuan rumah melihat sobek pada serban pak haji, maka timbul keinginannya untuk memberi tahu istrinya, tanpa menyinggung perasaan pak haji tadi. Tuan rumah berkata pada istrinya : "Apakah tetenong[1] itu digigit tikus ?" Istrinya memperhatikan kata-kata suaminya, lalu melihat ke serban tamu dan menjawab : "Memang, baru ketahuan sekarang." |
- ↑ tetenong = tempat menyimpan makanan, dianyam dari bambu.
vii