| PERPUSTAKAAN
SUNDANOLOGI |
PENGANTAR PENYUNTING
Wawacan Bangbang Ciptamaya Rahmaya, penulisnya sama dengan penulis Wawacan Jaya Purnama - S. Supatmaja. Begitu juga penerbit pertamanya, Taman Bacaan "Sehat" Bandung.
Ceritanya merupakan cerita "sempolan" (bukan cerita pokok Epos Mahabarata). Dalam cerita pewayangan, di samping cerita yang langsung dari "babon" (pokok), sering terdapat cerita variasi yang menggunakan tokoh-tokoh tetap seperti pada cerita asalnya. Juga terkenal dan populer sekali tokoh-tokoh: Semar, Gareng, Petruk sebagai pelambangan rakyat jelata, tapi juga penasehat Pendawa, yang pada cerita aslinya Mahabarata tidak terdapat.
Bangbang Ciptamaya ― Rahmaya, adalah nama-nama tokoh "khayali", disamping tokoh-tokoh tetap dan populer seperti Sri Kresna, Bima, Arjuna, Gatotkaca dll. Demikian juga tokoh-tokoh negara "khayangan" seperti Batara Guru, Narada dan sebagainya.
Kisah ringkasnya sebagai berikut:
Batara Guru dan Resi Narada sependapat untuk meredakan kemarahan (amukan) Candradimuka yang membuat resah para dewa dan dewi, perlu disaratan dengan darah pendakawan setia Ki Lurah Kudapawana yaitu Semar.
Semar menolak permintaan Resi Narada yang diutus Batara Guru untuk menyerahkan darahnya. Para dewa hanya ingin enaknya saja, yang harus berkorban hanya rakyat jelata, sindir Semar. Resi Narada tak berani memaksa, ia minta tolong pada Arjuna. Arjunalah yang mendatangi Semar di tempat tinggalnya Karangtumaritis dan tega menindaknya sampai menggunakan keris Pancaroba.
Terjadilah peristiwa ajaib, Lurah Semar tergores keris, luka, darahnya menetes dan pingsan. Ketika Arjuna ingin menampung