dilan sehingga ia dibebaskan dari hukuman.
Jaka Taruna Dapat Pekerjaan
Kemenangan Raden Jaka Taruna di pengadilan kerajaan membuat namanya menjadi terkenal di seluruh Kerajaan Mataram. Bahkan, berita ini sudah sampai di istana dan dimaklumi oleh Sultan Panembahan. Sultan pun berkenan menyuruh pengawal istana untuk mencari Jaka Taruna dan disuruhnya datang menghadap ke istana.
Setelah Jaka Taruna menghadap sang raja untuk memenuhi panggilannya, kesempatan ini tidak ia sia-siakan. Diceritakanlah segala maksud kedatangannya di Mataram itu. Akhirnya, Sultan pun tahulah semua riwayat kehidupan Jaka Taruna itu. Maka Jaka Taruna pun diangkatlah sebagai salah seorang pegawai di istana.
Karena Jaka Taruna telah memperlihatkan kecakapan, kejujuran, dan pengabdiannya kepada Sultan, maka diangkatlah ia menjadi komandan tamtama kerajaan.
Setelah beberapa tahun tinggal di Mataram, bertemulah Jaka Taruna dengan kedua saudaranya, yaitu Raden Saba dan Raden Tanu. Maksud kedatangan mereka itu untuk merundingkan perihal penyerangan terhadap Kumpeni di Jayakarta. Hal ini pun disambut baik oleh Sultan. Pada kesempatan pertemuan itu semua pengalaman hidupnya dari keberangkatannya dari Tegalwangi hingga ia diangkat menjadi komandan tamtama kerajaan kepada kedua saudaranya itu.
Kembali ke Kampung Halaman
Sultan Panembahan setelah menerima berita bahwa bupati Tuban meninggal dunia, bermaksud mengangkat Raden Taruna sebagai penggantinya. Namun, tawaran ini oleh Raden Taruna ditolaknya karena tidak sesuai dengan cita-citanya untuk kembali ke Ukur. Penolakan Raden Taruna itu dipahami oleh Sultan. Sultan pun menyadari bahwa sebenarnya yang berhak menjadi bupati di Banyumas itu adalah Taruna karena Tarunalah satu-satunya pewaris almahum Surawangsa. Akan tetapi, atas ke-