RINGKASAN CERITA:
W A W A C A N
NU KALEUNGITAN CAROGE
Di desa Pasirloa, di daerah distrik Cidamar, ada suami-istri bapak dan Mak Uki. Mereka mempunyai seorang putri bernama Uki, yang sesungguhnya bernama Nyi Urkiah. Nyi Uki ini telah menikah dengan seorang pendatang bernama Marjuki.
Bapak Uki bekerja di onderneming Patuhawati sebagai kuli. Mereka sangat miskin. Menantu mereka Marjuki tidak mempunyai pekerjaan, kerjanya hanya tinggal di rumah saja atau bersama istrinya bermain ke hutan.
Pada suatu hari, mertuanya berkata, bahwa sudah sampai waktunya Marjuki harus mencari pekerjaan, sebab beban terasa sangat berat oleh Pak Uki untuk mencari nafkah bagi mereka berempat.
Pada suatu hari Marjuki memohon diri untuk mencari pekerjaan, barangkali di onderneming Patuhawati. Nyi Uki sangat berat hatinya ditinggal oleh suaminya, apalagi dia sedang mengandung. Berhari-hari Nyi Uki hanya menangis saja.
Marjuki mampir pada sebuah warung untuk makan. Di warung ada beberapa kuli yang juga sedang makan. Dari percakapan mereka Marjuki bisa menangkap, bahwa mereka adalah kuli-kuli yang akan berangkat ke Tanjungkarang untuk membuat pelabuan. Anemernya bernama Wiriadinata dan sebentar lagi akan datang. Marjuki sangat tertarik untuk turut ke Tanjungkarang, karena dia ingin menjauhi tanah Pasundan. Marjuki mengira bahwa dia masih dicari polisi karena disangka mencuri. Itu sebabnya juga Marjuki ada di Pasirloa, suatu dusun di pinggir hutan yang jarang didatangi manusia.
Setelah Marjuki bertemu dengan pak anemer Wiriadinata, tetaplah hatinya untuk turut menyeberang ke Pulau Sumatra.