Lompat ke isi

Kaca:Wawacan Nu Kaleungitan Caroge.pdf/13

Ti Wikipabukon
Ieu kaca geus divalidasi

Wiriadinata memang membutuhkan seorang jurutulis yang pandai dan kebetulan Marjuki adalah seorang yang bersekolah dan mengerti. Kuli-kuli dari daerah Pasundan dan Marjuki berangkat bersama Pak Anemer menuju ke Tanjungkarang. Marjuki bekerja dengan tekun, sehingga Pak Anemer sangat sayang kepadanya dan menganggapnya sebagai adiknya saja dan juga mereka tinggal bersama.

Nyi Uki melahirkan seorang putra yang sangat lucu dan diberi nama Atim yang diambil dari kata yatim. Disebut Atim, karena berbulan-bulan Marjuki tidak pulang dan tidak ada kabar beritanya. Nyi Uki sering menangis sendirian. Akhirnya karena keadaan mendesak, Uki mencari pekerjaan di Patuha-Wati sebagai tukang petik teh. Karena Uki tidak jelek rupanya, banyaklah pemuda yang menginginkannya sebagai istrinya. Tapi selalu Uki menjawab bahwa dia bersuami. Walaupun dikatakan berulang kali bahwa suami yang telah meninggalkan sekian lama, bahkan sudah bertahun-tahun tidak memberi nafkah, boleh diajukan ke pengadilan agama untuk dibereskan urusannya. Tapi Uki tetap setia pada suaminya dan tidak mau menikah dengan orang lain, walaupun Pak Mandor dari onderneming. Ini menimbulkan kejengkelan di antara para pemuda dan para hidung belang.

Berita bahwa ada sekuntum bunga yang indah di antara tukang petik, sampai juga ke kuping Bapak Lurah. Maka Bapak Lurah bersama dengan ketua kampung pergi ke rumah Bapak Uki dengan alasan bahwa nanti para pemuda akan mengadakan kekacauan di kampung dan bahwa Bapak Lurah yang harus melindungi keluarga Bapak Uki. Sesungguhnya Bapak Lurah ingin mempersunting Uki sebagai istrinya yang muda. Setelah bercakap-cakap dengan Bapak Uki, maka Pak Lurah mengajukan lamarannya. Pak Uki dan Mak Uki tentu saja setuju, tapi Uki menolak dengan alasan, bahwa dia masih bersuami dan dia yakin bahwa suaminya masih hidup. Pak Lurah merasa dihina oleh Uki, maka dia dengan ketua kampung mencari akal bagaimana bisa mempersunting Uki. Pada suatu malam beberapa pemuda diupah oleh ketua kampung untuk melempari rumah Uki dengan mengancamnya

x