Lompat ke isi

Kaca:Wawacan Nu Kaleungitan Caroge.pdf/16

Ti Wikipabukon
Ieu kaca geus divalidasi

dikenalnya.

Pak Uki dan Mak Uki dibuatkan rumah. Atim telah lulus sekolah guru dan ditempatkan di Sukabumi. Mula-mula dia tinggal bersama temannya serumah, tapi lalu pindah rumah indekos di rumah Haji Makmur. Haji makmur mampunyai seorang putri bernama Nyi Haji Sumekar berumur limabelas tahun. Dia mempunyai seorang pengasuh yang juga dibawa haji oleh orang tuanya bernama Haji Aisah.

Saleh beserta istrinya menunaikan rukun Islam kelima. Haji Aminah meninggal di tanah suci dan Haji Saleh pulang dengan sedih.

Atim menyampaikan keinginannya kepada ayahnya, bahwa dia mempunyai keinginan untuk meminang anak Haji Makmur di Sukabumi. Haji Saleh maupun Haji Yusup dan istrinya sangat setuju. Pergilah Haji Saleh ke Sukabumi untuk meminang Haji Siti Sumekar. Setelah Haji Saleh bertemu dengan Haji Makmur, keduanya tertegun karena fasanya pernah bertemu sebelumnya. Setelah mereka menceriterakan pengalaman hidupnya masing-masing, mereka berdua berangkulan, karena Haji Saleh adalah Surawinata yang menjadi jurutulis di Tanjungkarang, sedangkan Haji Makmur adalah anemer Wiriadinata di Tanjungkarang, majikan Haji Saleh. Sungguh tidak disangka, bahwa sekarang kedua putra mereka akan menjadi suami-istri. Sekarang Haji Saleh menceriterakan riwayat Atim, yang baru ditemukan. Haji Aisah menjerit dan jatuh pingsan di pangkuan Haji Saleh. Orang-orang tertegun dan heran. Setelah siuman, baru diketahui bahwa Haji Aisah sesungguhnya adalah Nyi Urkiah, ibunya Atim. Maka Haji Saleh dan Haji Aisah berpelukan dengan tidak menghiraukan orang sekelilingnya lagi. Banyak hadirin yang mencucurkan air mata.

Sekarang giliran Haji Aisah untuk menceriterakan riwayatnya.

Setelah dia meninggalkan orang tuanya, dia hanya berani melalui hutan-hutan saja takut dikenal orang. Tapi kalau terpaksa harus melewati jalanan, dia bertingkah laku seperti orang yang

xiii