Lompat ke isi

Kaca:Wawacan Pangeran Dipati Ukur II.pdf/15

Ti Wikipabukon
Ieu kaca geus divalidasi

an Mataram, sebab belum pernah berhadapan perang. Yang ada perjanjian persahabatan menjaga kesejahteraan bersama. Bila akhirnya para Bupati Sunda harus menyampaikan upeti, itu hanya mempererat hubungan, bukan tanda bukti sebagai petalukan ...........

Setelah pertemuan, Bupati Wangsataruna pergi ke Batulayang menjemput istrinya, setelah kembali mengisi gedung Kabupaten yang sudah kosong.

Setelah Bupati baru menjalankan pemerintahan, tampak cepat adanya perubahan. Rakyat tidak merasa diperas, pertanian maju dan satu hal yang penting terbentuknya Badan Penjaga Keamanan dengan 3000 prajurit terlatih di bawah pimpinan Suranangga. Satu hal yang memprihatinkan adanya laporan juru penyelidik, bahwa Belanda (Kumpeni) sedang mencoba siasat mengadu domba Banten dan Mataram.

7. Utusan Mataram

Setelah Dipati Ukur meninggalkan Mataram, Ki Mas Jayengrana bernasib baik, naik pangkat jadi Senapati kedua Wakil Tumenggung Raden Mas Ronggonoto (Menggantikan kedudukan Dipati Ukur). Senapati Jayengronolah yang diutus Sri Sultan ke Tatar Ukur menyampaikan surat penting kepada Bupati Wangsataruna.

Kenalan lama berjumpa. Mulai kenal diarena pertandingan, kedua waktu menumpas huru-hara buatan, bermusuh, berteman kemudian bersahabat. Masing-masing berkisah diri selama berpisah.

Isi surat tidak panjang: Sri Sultan mengharap kesediaan Bupati Ukur, bila pecah perang antara Mataram dan Kumpeni, tanah Ukur dapat membantu menyediakan prajurit terlatih semampunya dan wilayah Ukur dijadikan basis pertahanan perbekalan.

Surat balasannya berbunyi antara lain; Rakyat Ukur bersedia membantu Mataram dengan menyediakan paling sedikit 3000 prajurit terlatih, bila sampai waktunya menyerbu pertahanan Kumpeni, yaitu Jayakarta, yang sudah diganti nama Ba-

16