Lompat ke isi

Kaca:Wawacan Sajarah Khulafaaurrasyidiin II.pdf/15

Ti Wikipabukon
Ieu kaca geus diuji baca

dan akhirnya disusunlah Al Qur’annul karim oleh Usman dengan dibantu oleh para ahli.

Sedangkan untuk menyusunnya diperintahkan kepada Abdullah anak Ki Juber, Jaid ibnu Sabit, Said ibnul Ashkamashur, Abdurahman Haris ibnu Hisam. Dan aslinya dikirim kembali kepada Siti Habsah.

 Pemerintahan di wilayah Syria dipimpin oleh Muawiah putera Abu Sopyan yang diangkat pada waktu Umar menjadi Gubernur Damsik dan adiknya yang bernama Yasid ibnu Abu Sopyan yang meninggal di medan perang. Karena banyaknya gubernur yang meninggal, maka tanggung jawab pemerintahan dibebankan pada Muawiah sesuai dengan instruksi dari Khalifah.

 Pada tahun enam ratus empat puluh tujuh Masehi, tentara Yunani dari sebelah timur Roma mulai mengirimkan pasukan untuk menyerang Islam. Dan Khalifah mengutus Jenderal Ali untuk mengirimkan prajuritnya membantu Muawiah. Dalam peperangan tersebut pihak Islam mengalami kemenangan sehingga musuh menjadi kacau balau.

Setelah Islam berhasil melumpuhkan musuhnya, maka bergeraklah tentara Islam menuju ke Minor Asia yaitu ke Armenia dan berkumpul di Tabaristin.

 Seperti apa yang telah ditulis dalam sejarah, tentara dari Romawi kerajaan Roma Timur berusaha untuk merebut kembali wilayahnya selama belasan bulan akan tetapi tidak berhasil. Selama pertempuran yang dilakukan oleh tentara Islam, Abdullah merupakan salah seorang pemimpin yang dapat dipercaya, mengingat siasat dan taktik dalam pertempuran dapat memukul mundur tentara lawan. Untuk latihan kemiliteran dalam sejarah Islam telah didirikan suatu Akademi Prawira Angkatan Laut di kota Aleksandria sebagai Markas Besarnya dan dipimpin Abdullah bersama para pelatihnya.

 Jenderal perang Abdullah bin Saad bersiap-siap mengumpulkan para opsir atas perintah Panglima untuk berperang meelawan musuh dalam usahanya merebut Kartago.

Gregorius Gubernur Kartago pun bersiap dan mengadakan sidang kilat untuk mempertahankan benteng dari serangan tentara