agama yang agung. Kedua, Rasulluloh berwasiat bahwa Ali akan menjadi Khalifah sebagai pengganti Nabi. Ketiga katanya, Hak Ali sudah dirampas oleh Usman dan keempat adalah membela Ali dengan melawan khalifah yang ada. Dengan adanya berita-berita itu, umat Islam yang masih bodoh cepat termakan oleh fitnah tersebut sehingga terjadilah bentrokan-bentrokan di antara umat Islam yaitu golongan yang membela Ali dan golongan yang membela Usman.
Pergolakan sudah sampai ke tingkat para pembesar di Basroh. Dan akhirnya Ibnu Saba ditangkap dan melarikan diri ke Syriah.
Dalam cerita yang terdahulu sudah ditulis tentang adanya aksi yang menghendaki hancurnya Islam serta anti Khalifah Usman.
Waktu itu tahun enam ratus lima puluh lima Masehi, Khalifah Usman mengeluarkan Maklumat agar seluruh Gubernur berkumpul di Madinah. Dalam rapat yang diadakan itu terdapat dua golongan yaitu golongan pendukung Usman dan golongan yang membenci Usman.
Komplotan yang anti Usman ternyata ada yaitu pada waktu para Gubernur sedang mengadakan rapat di Madinah mereka mengatur siasat untuk menghancurkan Khalifah Usman. Abu Saba sebagai penghasutnya merasa gembira karena siasatnya berhasil.
Komplotan telah mulai bergerak Mesir telah diambil alih oleh para pemberontak dan Jenderal Abdullah bersama Muawiah melarikan diri ke Palestina. Diceritakan para pemberontak telah sampai di Madinah dan bertemu dengan Aisah’ di rumah Nabi Muhammad, Setelah bertemu dengan Ali maka oleh Ali ditanya tentang maksud dan tujuan mereka datang ke Madinah bersama-sama seperti telah sepakat.
Dari mulai masuknya para pemberontak, pemerintahan yang dipegang oleh Khalifah Usman mulai terasa panas, di mana mereka saling mencurigai satu dengan yang lainnya. Pada waktu sembahyang Jum’at, Khalifah Usman memberi hutbah. Pada saat itulah beliau dilempar oleh pemberontak dan setelah selesai hutbah maka terjadilah keributan di dalam mesjid yang mengakibatkan Khalifah Usman terluka. Tapi berkat pertolongan Allah beliau