Lompat ke isi

Kaca:Wawacan Sajarah Khulafaurrasyidiin I.pdf/14

Ti Wikipabukon
Ieu kaca geus divalidasi

Umat Islam yang berjumlah empat belas ribu itu menjadi satu untuk menyerang Musailmah dan ahirmya Musailmah mati dalam pertempuran yang dikalahkan oleh tentara Muslimin yang dipimpin oleh Jenderal Halid. Dalam pertempuran itu Jenderal Halid mendapat julukan Singa Allah karena keberaniannya dalam menaklukan musuh. Sedangkan Zaid tewas dalam pertempuran.

Setelah setahun meninggalnya Nabi Muhammad, Islam yang pada mulanya hendak bubar, kembali bersatu berkat adanya pimpinan dari Halipah Abu Bakar, walaupun harus mengalami kesengsaraan dengan bermandikan darah tapi Islam harus tetap jaya.

Dalam sejarah selanjutnya diceriterakan Panglima Halid bin Walid berfikir berangkat ke negara Irak, karena Irak merupakan musuh Islam yang menimbulkan amarah bangsa Arab.

Dalam wawacan ini dijelaskan tentang adanya suatu negara sebelah timur Arab di tepi sebuah sungai yang dikenal dengan nama Eprat dan Dijlah, disitulah menurut para ahli sejarah terdapat suatu daerah yang subur yang terletak di sebelah selatan kota Mesopotamia.

Selain itu terdapat juga sebuah kota kecil yaitu Irak Ajam yang dikenal dengan sebutan kerajaan Parsi.

Menurut sejarah purba kala, kedua negeri Mesopotamia dan Irak merupakan suatu negara tempat arena perselisihan, percaturan politik, rebutan raja-raja.

Negara Bagdad yaitu negaranya Syeh Abdul Kadir, kedua kota Nirah, ketiga kota Madain, keempat kota Babilon, kelima kota Ninipe keenam kota Kupah, kesemuanya itu merupakan kota penting yang dikenal murah sandang dan murah pangan. Irak - Mesopotamia menurut sejarahnya termasuk daerah jajahan Parsi dan Parsi merupakan musuh negara Rumawi. Kedua negara itu memandang hina ke nagara Arab yang merupakan negara Islam. Sebagai contoh yang jelas, negara Arab yang dibantu oleh Bahrain dan Bahrain telah balik kembali menjadi Muslim, Hal ini menimbulkan kemarahan bagi rakyat Parsi, sehingga Arab selalu dihasut

untuk saling bermusuhan. Hal inilah yang menjadikan Abu Bakar Jenderal Besar menjadi berani berperang menyerang Parsi.

13