untuk terus mengepung musuh Islam. Walaupun Abu Bakar dalam keadaan sakit akan tetapi masih terus mengatur peperangan dan semuanya itu dijalankan oleh Umar untuk mengatur tentara Islam.
Dalam sejarahnya, negara Arab berbatas dengan dua negara yaitu sebelah barat Palestina dan sebelah timur negara Syam. Negara Palestina terkenal sebagai negara besar dan berpenduduk kebanyakan bangsa Arab.
Pada saat itu negara Arab dipimpin oleh Abu Bakar dan negara Syam dan Palestina dipimpin oleh Heraklius yang terkenal gagah. Sedangkan pada jaman Rasul, Ki Surahbil yang dibantu oleh Heraklius pernah berniat menyerang Islam. Jadi menurut ringkasnya, raja Heraklius itu selalu mengadu domba dan sebagai biang keladi kerusuhan untuk mengajak negara lain dalam menghancurkan negara Islam.
Tingkah laku Rumawi bukan saja sebagai penghasut, akan tetapi Ki Surahbil juga dibantu untuk menyerang Islam.
Dalam pertempuran pertama Islam mengundurkan diri karena tentaranya masih sedikit. Akan tetapi pada peperangan yang kedua yaitu bertempat di Mut'ah dengan pimpinannya Usamah berhasil menghancurkan Rumawi. Dan dari Rumawi terus menantang kaum Muslimin untuk berperang kembali. Abu Bakar, setelah mendengar berita tentang Rumawi yang akan menyerang Muslimin, kembali bersiap diri dan berhasil menghancurkan golongan Rumawi. Selain itu sebelum terjadi peperangan, bangsa Rumawi telah menghina Muslimin yang mengatakan bahwa Islam adalah agama yang buruk, bodoh. Sedangkan Nasrani adalah agama suci yang patut dijunjung.
Dengan adannya hinaan tersebut maka pihak Muslimin yang dipimpin oleh Halid, yang dikenal dengan sebutan Halid ibnu Sa'id, melakukan penyerangan dan masuk ke Rumawi untuk menghancurkan Nasrani. Dalam pengepungan itu, tentara Nasrani yang dipimpin oleh Jenderal Banes didesak sampai di Laut Mati dan dibunuh di Laut Mati.
Selanjutnya setelah mengalahkan bangsa Rumawi, Jenderal Halid meminta bantuan ke Madinah untuk penambahan tentara. Dan