sembilan pahlawan yang terkenal dalam perang Ubud atau perang Badar kesemuanya ikut berperang.
Sebelum peperangan berlangsung, Jenderal Saad mengirimkan utusan sebanyak dua puluh orang dengan tujuan mengajak musuh masuk Islam. Akan tetapi tentara Parsi menghina kaum Muslimin dan raja Yadajir bersombong diri tidak mau tunduk dan masuk Islam. Malah sebaliknya mengatakan bahwa prajurit Muslim adalah musafir dan pakir miskin. Untuk selanjutnya Jenderal Rustam mulai bergerak untuk menyerang dan terjadilah peperangan atanra tentara Islam dengan Parsi di Kadasiah. Pada saat perang berlangsung Jenderal Saad tidak ikut berperang karena sakit. Kebetulan pada saat itu datang bantuan dariSyam Halid dan dipimpin oleh Kakaah. Peperangan yang berlangsung lebih dari seminggu itu ahirnya dapatdimenangkan oleh tentara Islam dengan terbunuhnya jenderal Rustam. Dalam peperangan tersebut jumlah korban dari pihak Islam sebanyak delapan ribu lebih, sedangkan dari Parsi sebanyak tiga puluh ribu lebih. Dan peperangan di Kadisiah ini merupakan suatu ujian Maha Suci bagi Umar Islam untuk merebut Parki yang asalnya Islam kemudian direbut oleh Parsi dan ahirnya rakyatnya menjadi insap kembali.
Mengambil judul yang ditulis yaitu Tunduknya Madain, sebelumnya akan diceriterakan tentang peperangan-peperangan yang telah dilakukan oleh tentara Islam dalam menegakkan agama Islam.
Dalam peperangan yang terjadi di Parsi, tentara Parsi yang kalah banyak melarikan diri ke Madain. Jenderal Saad merasa belum tenang sebelum dapat merebut Mahdain.
Mahdain terbagi dua yaitu sebelah barat Salusia dan sebelah timur adalah Cesipoh. Dalam peperangan yang berlangsung selama dua bulan itu, Salusia sudah dapat direbut dan tentaranya banyak yang melarikan diri ke Cesipoh. Akan tetapi pasukan Muslim terus mengejar dan raja Yajadir melarikan diri bersembunyi di Halwan.
Selanjutnya diceriterakan bahwa Mahdain telah dapat direbut oleh tentara Islam dan dijadikan pusat pemerintahan oleh Jenderal Saad, keraton Yajadir dijadikan pusat pemerintahannya. Untuk