Kota Kupah merupakan pusat pemerintahan Islam, di mana para pedagang dari seluruh penjuru berkumpul untuk berniaga. Kupah Basrah mempunyai arti penting dalam sejarah perdagangan.
Menurut pujangga pada saat itu, Kupah-Basrah pada abad ke delapan sudah terkenal sebagai pusat ilmu dan kebudayaan.
Pada waktu Halipah dipimpin oleh Usman, banyak timbul persengketaan antar Muslim sehingga timbul perpecahan antara umat Islam.
Di tengah kota berdiri dengan megah suatu kerajaan/keraton yang dibangun oleh panglima Saad dengan pengaturan yang indah dan dihiasi oleh gapura yang kokoh dan indah. Diceriterakan tentang keraton yang dibangun oleh panglima Saad terdengar sampai ke Madinah. Dan mengenai gapura atau pintu gerbang yang dibangun Saad tidak sesuai dengan Islam, karena dengan adanya gapura berarti pintu masuk ke dalam istana tertutup, dan ini tidak sesuai dengan ajaran Islam. Oleh sebab itu atas perintah Halipah Umar gapura harus dibongkar.
Sebagai akibat dari peperangan yang sering terjadi, maka banyak pembesar-pembesar Parsi yang melarikan diri. Akan tetapi dalam pelariannya itu mereka bersatu kembali bersama dengan Yadajir, dan minta ijin untuk bersama-sama menyerang Islam.
Salah seorang pembesar yaitu Hormujan, merupakan seorang gubernur yang selalu berontak apabila Islam lengah, dan bila kalah maka Hormujan minta ampun dan menyerah kepada Islam.
Tersebut pada suatu ketika, Hormujan melakukan pemberontakanan dan dapat dikalahkan yang ahirnya dia ditangkap dan dibawa ke Madinah dengan mempergunakan pakaian kebesarannya.
Setelah sampai di Madinah, rasa angkuh timbul dan ketika berhadapan dengan Halipah dia merasa terdesak atas petunjuknya maka Hormujan mengucap kalimah sahadat dan masuk Islam.
Menurut cerita dalam sejarah ini, Yadajir yang telah dikalahkan oleh tentara Islam bermaksud melakukan penyerangan kembali. Keadaan itu dilaporkan oleh panglima Saad kepada