Lompat ke isi

Kaca:Wawacan Syekh Ibnu Hasan - Puradinata.djvu/12

Ti Wikipabukon
Ieu kaca geus divalidasi

orang-orang miskin dan orang-orang musafir. Di sana orang-orang dengan cuma-cuma mendapat makan minum serta pengajaran ilmu agama yang murni, agar terhindar dari ilmu sihir. Agar lebih menarik tempat itu dibuat bagus sekali, dikelilingi taman bunga yang indah. Tidak heranlah jika pemondokan itu menjadi termashur ke mana-mana.

Kabar tentang pemondokan Ibnu Hasan itu sampai juga ke istana Sultan Harun al-Rasyid di Bagdad. Baginda ingin sekali meyakini kebenaran berita itu. Kemudian baginda menyamar sebagai musafir dan disertai oleh panglima balatentaranya menuju pemondokan tersebut tadi. Mereka disambut dengan ramah tamah, kemudian berbincang-bincang tentang berbagai masalah dan ilmu. Sultan kagum akan pengetahuan Syekh Ibnu Hasan yang begitu luas. Baginda akhirnya bertanya, apakah angan-angan Ibnu Hasan yang sesungguhnya. Tuan Rumah dengan terus terang berkata, merasa menyesal karena Sultan membiarkan saja guru-guru sihir mengajarkan ilmunya yang menyesatkan.

Baginda tersenyum, kemudian mengajak Tuan Rumah minum segelas kecil minyak ajaib. Sehabis minum, Syekh Ibnu Hasan tertidur nyenyak sekali. Baginda dan panglima bersama-sama menggotong Ibnu Hasan ke istana, dan membaringkannya di peraduan Sultan Harun al-Rasyid. Lalu baginda memerintahkan, agar semua pejabat dan rakyat mengakui dan menghormati Ibnu Hasan sebagai sultan.

Ibnu Hasan terbangun dari tidurnya oleh nyanyian merdu empat puluh orang wanita cantik. Ia merasa heran melihat keadaan yang serba asing baginya. Lebih-lebih heran lagi, ketika semua orang menyapanya dengan sebutan ”Baginda Sultan Harun al-Rasyid.” Meskipun demikian ia akhirnya menerima kenyataan dan bertindak sebagai imam di mesjid agung. Kemudian ia mengadakan musyawarah dengan para pembesar negara. Pada pertemuan itu ia memerintahkan, supaya guru-guru sihir ditangkapi, karena bisa membawa celaka bangsa dan negara. Untuk meyakinkan dirinya, bahwa ia tidak bermimpi, ia memerintahkan bendahara agar mengirimkan uang sebanyak seratus dinar kepada ibunya.

10