Ieu kaca geus divalidasi
dibiarkan oleh penulis menutup diri di kamar merenungi diri dan bertekad tak akan beristri seumur hidup. Padahal beristri (menikah) itu Sunnah Rasul. Apakah penulis hendak menekankan: Roman (bacaan) harus turun ke desa (Udi menjadi pelaku pasif, ’nrimo’ saja), karena tak pernah membaca. Inipun merupakan suatu pemikiran.
Bagaimana pun ’Randa Bengsrat’ telah mengajak kita merenungi sejenak — setelah menutup halaman terakhir sebelum memasukkannya kembali ke lemari perpustakaan.
RUSMAN SUTIASUMARGA
10